Artikel

project

PENDIDIKAN RAMADHAN UNTUK PENGEMBANGAN NILAI RELIGIUS ANAK

Posted by TRI PANJIANTO IDL 2017 - Cirebon Posted at 29 Mei 2018 10:25:19 117 0


PENDIDIKAN RAMADHAN UNTUK PENGEMBANGAN NILAI RELIGIUS ANAK

Sebagai umat yang beriman, kehadiran bulan ramadhan disambut dengan perasaan bahagia penuh suka cita sebagai bulan yang penuh keberkahan, bulan Al-Quran, bulan ampunan, bulan kasih sayang, bulan doa, bulan taubat, bulan kesabaran, dan bulan pembebasan dari api neraka serta disebut pula dengan bulan pendidikan (syahru al-tarbiyah) bagi manusia. Dimaknai sebagai bulan pendidikan sebagaimana ditegaskan dalam al-Quran Surat Al-Baqoroh ayat 183 Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana yang diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa Dari ayat tersebut di atas, bahwa puasa ramadhan merupakan usaha yang diniati secara sengaja untuk melakukan perubahan perilaku dari manusia beriman menjadi manusia yang bertaqwa. Nilai yang sangat mendasar dari ibadah puasa adalah meraih taqwa, taqwa merupakan suatu kesadaran pada diri seseorang yang senantiasa menghadirkan Allah Swt. kapanpun dan dimanapun berada.

Allah Swt, menyediakan Ramadhan sebagai madrasah bagi kaum beriman untuk memusatkan dirinya mengisi ulang (recharge) keimanan dan takwa sebagai sarana pembangunan karakter yang menjadi pusat kendali arah bagi pembangunan fisik dan sumb r daya manusia muslim.m Menurur Ali Abdul Wahid Wafi dalam Sukron Maksum (2009) , terdapat korelasi antara puasa dengan ketaqwaan, korelasi tersebut dapat dilihat dari empat dimensi, pertama puasa menuntut orang yang menjalankannya untuk menahan diri dari hasrat-hasrat biologis kebutuhan vital tubuh demi mengimplementasikan perintah Allah dan mendekatkan diri padaNya. Tuntutan ini hanya bisa dipenuhi dengan peran ketaqwaan, rasa takut dan ketaatan kepada Allah. Kedua, puasa tercermin dalam hal-hal negatif yang hanya diketahui Allah, tidak terlihat orang lain. Dengan demikian, orang yang berpuasa ini benar-benar tulus demi mencari ridho Allah tanpa dikotori noda-nodanya. Ketiga, orang yang sedang berpuasa ia menahan diri dari makan dan minum sehingga dapat menurunkan kekuatan tubuh sekaligus melemahkan pengaruh kekuatan ini pada seorang hamba. Ketika kekuatan dan pengaruh kekuatan ini melemah dalam diri seseorang maka nafsunya juga ikut melemah dan jiwanya bersih, maka ketaqwaannya meningkat dan jauh dari perbuatan-perbuatan maksiat. Sebagian besar perbuatan maksiat datang dari tubuh dan hawa nafsu. Keempat, puasa melatih keinginan untuk menguasai hasrat dan hawa nafsu, sehingga seseorang mendapatkan kekuatan kekebalan terhadap hasrat dan hawa nafsu ini pada saat tidak berpuasa. Disaat seseorang berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan, peranan puasa tersebut sama dengan peranan plasma darah (serum) dalam melindungi tubuh. Sebagaimana halnya plasma yang bekerja memberikan daya tahan pada tubuh yang membuatnya mampu melawan jenis-jenis kuman tertentu, maka puasa pun memberikan kekuatan (kekebalan) pada jiwa yang membuatnya mampu melawan hawa nafsunya.

Melatih anak puasa, sebagai pendidikan kedisiplinan dan keagamaan di dalam lingkup keluarga. Keluarga merupakan landasan dasar tempat anak belajar baik dari perilaku maupun bimbingan orangtua. Anak merupakan penerus bagi kehidupan bangsa. Pendidikan akhlak dan karakter anak sebaiknya mulai distimulasi sejak dini oleh orangtua.

Bulan Ramadhan yang dikenal sebagai bulan penuh keutamaan bagi umat Islam di dunia, bisa dijadikan moment yang tepat untuk pendidikan disiplin dan akhlak anak sejak dini. Kebetulan kita tinggal di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, sehingga bulan Ramadhan akan benar-benar terasa kekhusyu'an umat Islam dalam menjalankan ibadahnya. Dengan didukung oleh lingkungan masyarakat yang sedang gencar melakukan ibadah, orangtua bisa menerapkan pendidikan akhlak dan agama di dalam lingkup rumah.

Menanamkan kesadaran anak puasa Ramadhan dapat dimulai secara bertahap dan menyenangkan. Dengan mengajarkan anak puasa sejak dini, mereka akan terbiasa menjalankan ibadah puasa sebagai sebuah kebiasaan dan bukan lagi menjadi tekanan. Hal ini akan bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan spiritual anak di masa mendatang.

Mendisiplinkan anak puasa sejak dini bukanlah sebuah kekerasan

Ini merupakan pelajaran kedisiplinan tentang nilai-nilai keagamaan. Melatih anak puasa Ramadhan tidak sama dengan mewajibkan mereka berpuasa. Bahkan di dalam Islam sendiri telah disabdakan oleh Rasul-Nya: "Tidak ada kewajiban syar'i bagi anak-anak yang belum baligh".

Selain itu dalam melatih anak puasa, orangtua harus mempertimbangkan kondisi dan kemampuan mereka. Telah jelas bahwa Islam sendiri tidak menghendaki adanya unsur paksaan dalam mendidik anak. Jadi orangtua akan memberikan motivasi kepada anak-anak dalam cara mendisiplinkan mereka seperti halnya melatih dalam melatih anak puasa Ramadhan.

Mumpung juga sedang dalam bulan Ramadhan, di mana sekolah-sekolah akan mendukung keberadaan bulan penuh berkah ini, jadi anak-anak biasanya juga akan termotivasi dari guru mereka di sekolah maupun dari teman bermain atau teman sekolahnya. Mereka akan dengan senang hati menjalankan ibadah puasa ini bersama-sama.

Apakah anak balita juga sudah perlu dilatih untuk berpuasa?

Namanya juga melatih anak puasa sejak dini, tentunya balita-pun juga sudah bisa untuk dilatih puasa Ramadhan. Jangan berpikir bahwa puasa mereka seperti puasa yang dilakukan oleh orang dewasa. Namanya juga latihan, tentunya harus bertahap dalam pengenalannya.

Puasa bukan berarti tidak boleh makan selama seharian penuh tetapi hanya menunda waktu makan siang mereka saja. Pada tahap awal latihan anak puasa Ramadhan, balita biasanya sarapan sekitar pukul 07.00,  Anda dapat memberitahu balita Anda untuk menunda sarapan mereka menunggu jam 09.00 atau 10.00. Tentunya saat Anda sekeluarga bangun untuk makan sahur, Anda juga melatih balita Anda untuk bangun dan ikut makan sahur bersama. Setelah acara sarapan yang tertunda, ajak balita Anda untuk melanjutkan puasanya dengan memperbolehkannya makan lagi pada pukul 15.00, kemudian dilanjutkan lagi hingga magrib, dan melakukan buka bersama.

Jika balita Anda masih belum mampu bertahan, berikan mereka sedikit kelonggaran. Dalam satu bulan, balita Anda mungkin akan melakukan peningkatan ketahanan berapa jam mereka bisa menahan lapar mereka. Bahkan bisa jadi di akhir Ramadhan mereka mampu tidak sarapan hingga jam 12 siang.

Ada istilah untuk anak puasa sampai waktu dhuhur dengan sebutan 'puasa dhuhur' hanya untuk memotivasi anak agar mampu melakukan yang terbaik yang mereka mampu. Bagi anak-anak usia sekolah, mereka sudah relatif lebih kuat, coba perhatikan jam biologisnya. Biasanya sampai pukul 12.00, mereka masih bertahan namun lewat tengah hari, mereka akan terlihat lemas.

Jika memang mereka sudah tidak kuat, biarkan mereka berbuka. Tetapi jika mereka masih terlihat segar, ajak mereka menghabiskan waktu hingga ashar dan lebih bagus lagi jika bertahan hingga adzan Maghrib tiba. Istilah menghabiskan waktu ini dikenal sebagai 'ngabuburit'.

Di awal latihan anak puasa Ramadhan merupakan masa penyesuaian tubuh terhadap rasa lapar. Anak-anak mungkin akan terlihat lemas dan mengantuk, biarkan saja mereka menghabiskan waktu untuk tidur siang, tetapi juga jangan biarkan mereka kebablasan (dalam artian tidur berlebihan), tetap berikan aktivitas yang menyenangkan bersama agar mereka juga tidak menjadi pemalas.

Puasa bukan untuk bermalas-malasan. ajarkan saja mereka untuk belajar mengaji. Biasanya anak-anak kecil akan sudah terlihat ramai-ramai ke masjid atau mushola untuk mengaji bersama. Doronglah anak Anda untuk menghabiskan waktu dengan kegiatan positif. Setelah sahur dan menjalankan sholat Subuh sebaiknya batasi kegiatan anak, jangan biarkan mereka jalan-jalan pagi dalam jarak jauh atau melakukan olahraga yang menguras tenaga. hal ini untuk mencegah mereka kehabisan energi. Biarkan mereka bermain 1 jam sebelum maghrib untuk ngabuburit.


Share this:


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


Maaf, Anda tidak dapat mengirimkan komentar. Silahkan login terlebih dahulu atau jika Anda belum menjadi Member silahkan daftar.

Please wait...