Artikel

project

“ ANCAMAN, GANGGUAN, HAMBATAN DAN TANTANGAN PROFESI GURU DI SEKOLAH “

Posted by Jandris Slamat Tambatua Posted at 10 Mei 2018 21:59:31 192 1


“ ANCAMAN, GANGGUAN, HAMBATAN DAN TANTANGAN PROFESI GURU DI SEKOLAH “

Oleh : Jandris Slamat Tambatua

A.  Pendahuluan

      Profesi guru dipandang sangat perlu oleh masyarakat luas dengan kepercayaan dan tanggung jawab yang membutuhkan cita-cita tinggi dalam pelayanan yang profesional. Dengan keyakinan bahwa kualitas layanan profesi pendidikan secara langsung mempengaruhi standar sistem pendidikan yang  harus berusaha keras untuk meningkatkan standar profesional, mempromosikan iklim yang mendorong pelaksanaan penilaian profesional, mencapai kondisi yang menarik bagi masyarakat serta layak dipercaya bagi karirnya di bidang pendidikan.

Seorang guru percaya akan nilai dan martabat masing-masing manusia, menyadari betapa pentingnya nilai kebenaran, pengabdian pada kesempurnaan dan pemeliharaan prinsip-prinsip demokrasi. Yang terpenting untuk tujuan ini adalah perlindungan kebebasan belajar dan mengajar serta menjamin kesempatan dalam menempuh jenjang pendidikan yang setara bagi masyarakat. Hal ini tertuang dalam Undang Undang RI No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Pasal 39, 40 dan 41)

Profesi guru mempunyai tanggung jawab yang melekat dalam proses pengajaran. Keinginan untuk menghormati dan percaya diri terhadap rekan kerja, guru, orang tua dan anggota masyarakat memberikan dorongan untuk mencapai dan mempertahankan tingkat etika perilaku siswanya. Kode etik profesi guru menunjukkan aspirasi bagi semua guru dan memberikan standar untuk menilai perilaku dan etika.

Tanggung jawab dalam mengajar, kebebasan belajar dan jaminan perlindungan profesi yang sama sangat penting untuk pencapaian prinsip-prinsip rasa aman dan nyaman dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. 

Pengajar yang profesional memiliki nilai dan martabat setiap orang dan menunjukkan perilaku kebenaran dalam pengabdiannya untuk mencerdaskan anak bangsa, memperoleh pengetahuan serta memelihara lingkungan yang asri. Seperti halnya komitmen terhadap proses kegiatan belajar mengajar di kelas dengan akuntabilitas kepada siswa harus dipelihara pertumbuhannya secara profesional, latihan penilaian profesional dan mewujudkan suatu integritas. 

B. Ancaman Yang di Hadapi Pada Profesi Guru

Guru dan siswa memiliki hubungan yang sangat unik. Mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk berinteraksi satu sama lain, namun sepertinya selalu ada perasaan saling konflik. Dalam arti, nampaknya selalu ada perselisihan yang terjadi antara kedua kelompok dengan sekolah.

Telah ada sejumlah besar penelitian yang berkaitan dengan penggunaan prosedur disipliner disistem sekolah. Bukti menunjukkan bahwa alih-alih berfokus pada pendisiplinan anak, guru harus fokus untuk mempengaruhi kehidupan anak secara positif. Ada beberapa penyebab masalah disiplin di sistem sekolah saat ini. 

Ada sejumlah besar bukti yang diajukan untuk menunjukkan bahwa masalah pengelolaan kelas lebih efektif ditangani melalui teknik pencegahan. Dengan demikian, sangat penting untuk melihat akar permasalahan agar bisa membangun rencana pencegahan yang berhasil. 

      Penyebab perilaku buruk kelas dipecah menjadi dua kelompok subkelompok yang berbeda; penyebab di sekolah dan penyebab di luar sekolah. Gagasan mengenai kekerasan masyarakat menjadi isu yang lebih penting setiap hari. 

Orang dewasa maupun remaja lebih menerima prevalensi kekerasan ekstrem di masyarakat saat ini. Anak-anak sering menerima kekerasan dimana pun mereka berada, baik itu dilingkungan mereka, dirumah dan disekolah. 

Keterpurukan terhadap kekerasan ini memiliki efek mengerikan bagi perilaku anak-anak dilingkungan sekolah saat ini. Anak-anak menjadi lebih agresif secara fisik dan verbal terhadap guru dan teman sebayanya.

C. Gangguan Yang di Hadapi Pada Profesi Guru

Guru memiliki kesulitan besar dalam mengantisipasi tindakan kenakalan siswa, oleh karena itu sering terkejut dengan tingkah lakunya. Penyebab nakalnya perilaku siswa adalah kenyataan bahwa siswa sering bosan. 

Guru melihat kebosanan ini sebagai masalah perilaku dan tidak dapat dipungkiri bahwa siswa akan bosan dengan bidang studi tertentu. Di satu sisi, siswa agak bertanggung jawab karena tidak mencoba menerapkan etiket yang baik dan disisi lain guru juga bertanggung jawab bahwa beberapa siswa dapat merasa bosan dengan kurikulum.

Sekolah yang tidak melibatkan siswa mereka dengan keputusan dan peraturan sering menghadapi lebih banyak masalah daripada masalah yang terjadi. Dengan demikian siswa sering melihat situasi ini sebagai perebutan kekuasaan antara siswa dan guru.

Perjuangan ini sering mengakibatkan siswa memberontak melawan para guru dalam usaha untuk mendapatkan kekuasaan. Misalnya, jika peraturan sekolah dan ruang kelas dibuat tanpa konsultasi para siswa, siswa tidak akan mungkin melihat logika peraturan ini dan cenderung melanggar mereka untuk memamerkan kekuatan mereka.

Kurangnya batasan peraturan dan pengenaan batas aturan yang tidak jelas sering mengakibatkan siswa mencoba untuk memperpanjang batas-batas peraturan ini. Tidak adanya seperangkat aturan dan konsekuensi standar untuk memecahkannya sering menghadirkan kesempatan untuk perilaku buruk atas nama siswa. 

D. Hambatan Yang di Hadapi Pada Profesi Guru

Komitmen guru terhadap lingkungan yang demokratis memiliki banyak manfaat. Jika ditindaklanjuti secara efektif, dapat menimbulkan rasa saling percaya dan saling menghargai antara guru dan siswa, juga masyarakat. 

Demokrasi kelas yang efektif juga membawa siswa ke dalam proses pemecahan masalah sebagai pemain aktif, meningkatkan harga diri dan kemauan siswa untuk bekerja sama. Hal ini, pada gilirannya, membuat lebih mudah untuk menetapkan peraturan yang dapat dilaksanakan, dan meningkatkan efektivitas tindakan disipliner. Penggunaan demokrasi yang efektif juga memperbaiki lingkungan belajar secara keseluruhan dengan mengurangi kebosanan yang dapat menyebabkan kenakalan, dengan mempersonalisasi pembelajaran bagi siswa, dan dengan membuat evaluasi lebih bermakna, dan bermanfaat bagi siswa individual.

Melihat lebih dekat teori demokrasi dikelas dan beberapa cara untuk menunjukkan komitmen terhadap demokrasi akan menawarkan pemahaman yang lebih baik tentang seberapa jauh hal tersebut dapat membuat sekolah lebih efektif bagi siswa dan guru. 

Guru didorong untuk mengatasi masalah yang mendasarinya, yang bertentangan dengan kesalahan sebenarnya. Hal ini dicapai dengan menerapkan prinsip-prinsip demokrasi untuk meningkatkan rasa hormat, kesetaraan, dan martabat, dan untuk membantu siswa memahami konsekuensi alami dan logis dari perilaku buruk. 

Tidaklah cukup bagi siswa untuk mengetahui bahwa perilaku salah menghasilkan disiplin. Siswa harus mengerti mengapa perilaku itu tidak tepat, dan mengapa motivasi mereka cacat, dan harus belajar untuk merasa menyesal atas tindakan mereka karena rasa tanggung jawab, bukan karena campur tangan orang lain. 

Proses demokrasi membantu membangun rasa tanggung jawab ini, pertama-tama, para guru harus menciptakan sikap saling menghormati di kelas. Dengan mengikutsertakan siswa di berbagai tingkat pengambilan keputusan kelas, guru dapat membantu mereka merasa lebih nyaman, dan disambut baik. 

Siswa akan merasa bahwa itu penting, dan pendapat mereka sangat berharga, ketika mereka akan lebih termotivasi untuk bekerja sama dengan guru dan teman sekelas mereka. Mereka juga akan menyadari bahwa guru menghormati mereka, dan ada untuk berinteraksi dengan mereka, dan membantu mereka, dan bukan hanya untuk mengendalikan atau menaklukkannya. 

Membantu siswa untuk merasa seolah-olah mereka adalah bagian dari kelas, dan termasuk dalam kelas, adalah kunci untuk mencegah masalah perilaku karena menetapkan rasa tanggung jawab, dan menghormati guru dan teman sekelas lainnya. 

E. Tantangan Yang di Hadapi Pada Profesi Guru

Dampak keseluruhan dari proses kegiatan belajar mengajar adalah membuat lingkungan sekolah lebih nyaman bagi siswa dan mudah dikelola oleh para guru. Langkah pertama untuk menggunakan layanan untuk memperbaiki lingkungan sekolah secara efektif adalah membangun seperangkat nilai inti, sistem peraturan, dan standar disiplin yang dapat diterapkan.

Di kelas, siswa dapat dengan mudah dibawa ke dalam proses pembuatan peraturan. Pada awal tahun, para guru dapat berkonsultasi dengan siswa untuk mengembangkan beberapa peraturan yang berkaitan dengan perilakunya kelas. 

Beberapa contoh termasuk aturan berbicara di kelas, meninggalkan dan memasuki kelas, berinteraksi dengan teman sekelas, dan bahkan proses yang dapat diterima untuk mengatasi masalah atau masalah apa pun yang mungkin timbul. 

Siswa juga dapat dikonsultasikan dalam pembentukan sebuah sistem untuk menangani administrasi kelas. Ini bisa mencakup pengumpulan dan pendistribusian tugas dan handout, dan lain-lain, pengumpulan uang makan siang atau biaya lainnya, dan bahkan mengembangkan jadwal untuk tanggung jawab seperti papan buletin, atau kerapian kelas.

Menetapkan standar disiplin juga penting. Hal ini dapat dicapai melalui konsultasi dengan masyarakat dan siswa. Melibatkan siswa dengan proses ini akan membantu meningkatkan kesadaran siswa tentang tindakan disipliner apa yang ada, dan mengapa penggunaannya digunakan saat mereka menggunakannya. 

Siswa akan mendapatkan penghargaan atas kewajaran sistem, dan cenderung tidak menganggap disiplin sebagai serangan pribadi. Singkatnya, mereka akan mengerti bahwa disiplin adalah hasil dari tindakan mereka, dan akan mengembangkan rasa tanggung jawab atas perilaku mereka sendiri. 

Seragam penegakan disiplin semacam itu juga akan meningkatkan tingkat atau rasa hormat antara guru dan siswa dengan memisahkan akta dari pelaku, dan dengan meningkatkan udara kerja sama. 

Penting untuk dicatat bahwa metode disipliner seharusnya tidak mengurangi martabat dan harga diri siswa. Dengan melibatkan siswa dalam menentukan kode disiplin adalah dengan membahas penggunaan disiplin dengan siswa

F. Penutup

Guru adalah pembangun bangsa kita - kekuatan setiap profesi di negara kita tumbuh dari pengetahuan dan keterampilan yang dapat dibantu oleh guru untuk ditanamkan pada anak-anak kita. Sebagai sebuah bangsa, kita harus berbuat banyak dan menghargai serta mendukung pekerjaan yang dilakukan oleh seorang guru. Seorang guru mempunyai tanggung jawab yang luar biasa. Kita berada di tengah era digital dengan pelajaran dan kreativitas dan inovasi yang lebih menarik, yang memberikan pengajaran yang menyenangkan dikelas.

Keadaan situasi kegiatan belajar mengajar dikelas lebih kuat karena guru berada di kelas memberikan suatu motivasi  dan menata kembali serta memperbaiki pendidikan bagi siswanya menjadi lebih baik. Penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar dikelas memberikan suatu  pembelajaran yang menyenangkan dan seorang guru mempunyai tanggung jawab yang luar biasa. Saat ini kita berada di tengah era digital dengan pelajaran dan kreativitas dan inovasi yang lebih menarik dan menyenangkan. 

Dalam kegiatan belajar mengajar dikelas, seorang guru harus mengambil peran baru untuk memperbaiki pendidikan bagi anak-anak. Dan kita semua tahu, saat mengajar siswa mendapat manfaat dengan peningkatan keterlibatan dan prestasi. Pengajar yang profesional memiliki nilai dan martabat setiap orang dan menunjukkan perilaku kebenaran dalam pengabdiannya untuk mencerdaskan anak bangsa, memperoleh pengetahuan serta memelihara lingkungan yang asri. Seperti halnya komitmen terhadap proses kegiatan belajar mengajar di kelas dengan akuntabilitas kepada siswa harus dipelihara pertumbuhannya secara profesional, latihan penilaian profesional dan mewujudkan suatu integritas. 

Profesi guru mempunyai tanggung jawab yang melekat dalam proses pengajaran. Keinginan untuk menghormati dan percaya diri terhadap rekan kerja, guru, orang tua dan anggota masyarakat memberikan dorongan untuk mencapai dan mempertahankan tingkat etika perilaku siswanya. Kode etik profesi guru menunjukkan aspirasi bagi semua guru dan memberikan standar untuk menilai perilaku dan etika. Tanggung jawab dalam mengajar, kebebasan belajar dan jaminan perlindungan profesi yang sama sangat penting untuk pencapaian prinsip-prinsip rasa aman dan nyaman dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. 

 


Share this:


Ada 0 Komentar

Kirim Komentar


Maaf, Anda tidak dapat mengirimkan komentar. Silahkan login terlebih dahulu atau jika Anda belum menjadi Member silahkan daftar.

Please wait...